Biography Interview

Salah satu project mata kuliah Teknik Penulisan Naskah Non Berita atau Writing Technique Non News ini adalah Project Biography Interview, dari seorang  legend, master, atau fenomenal. Pilihan utama saya dari awal memang ingin mencari seorang Fenomenal yang ahli di bidangnya. Karena apabila sesuai dengan apa yang kita butuhkan itu dapat menjadi suatu pengentahuan dan pengalaman yang luar biasa jika memang berhasil mendapatkan mereka sebagai narasumber. Tiba-tiba saya terlintas Tri Hastomo sebagai pilihan utama saya. Dengan melihat karya karyanya dalam bidang Audio engineer saya tertarik mewawancarainya karena saya ada berminat dalam proses pengolahan musik. Dengan latar belakang yang bukan seorang yang terlahir di bidang musik dan lingkungan musisi membuat saya ini merupakan sebuah fenomena bahwa latar belakang bukan menjadi tolak ukur seseorang untuk sukses.

Kesimpulan

 

Setelah melakukan sesi wawancara dengan seorang yang ahli di bidang Audio Engineer, saya mengambil banyak pelajaran terhadap apa yang disampaikan beliau. Tentang kegigihan dan semangat yang besar dalam meraih cita cita, dan dalam dunia ide itu tidak ada batasannya, apabila kita ingin sukses, jadilah sosok orang yang memiliki sejuta ide kreatif. Karena ide kreatif itu tidak terbatas, masalah baik dan buruk itu tergantung perspektif dan selera masing masing.

 

Saya banyak berterimakasih kepada Ibu Siti Nur Aisyiah (Ibu Ais), selaku dosen mata kuliah Teknik Penulisan Naskah Non Berita ini dan Kak Irwan Iwang Senjaya (Kak Irwan), yang bagi saya merupakan contoh anak muda dengan semangat belajar yang tinggi. Selain itu tentunya saya berterimakasih kepada Tri Hastomo selaku narasumber saya yang bersedia di wawancarai meskipun jadwalnya padat karena banyaknya client. Lalu Renata Surya Jaya yang setia menemani saya melakukan wawancara walaupun sedang menghadapi Ujian Akhir.

Analisis Video: BMW 2008 M3 &FORMULA 1 COMMERCIAL.

Analisa video ini adalah:

Sebuah iklan dapat dianalisis melalui beberapa langkah sebagai berikut:
1. Menelusuri the communication act dalam iklan dan the power relation antara sender dan,receiver.
2. Menelusuri bagaimana ikon, indeks dan simbol membentuk communication act.
3. Menelusuri bagaimana anchorage mengarahkan signification.
4. Menelusuri preferred reading yang mungkin muncul dari iklan.

Dengan di luncurkannya seri sport terbaru BMW yaitu M3, kali ini BMW mencoba memperkenalkan mobil terbarunya dengan iklan yang bekerja sama dengan BMW Sauber F1 Team. Iklan mereka memiliki konsep SportCar yang berceritakan tentang si pembalap yang meminta pengemudi BMW m3 bertukar pinjam untuk test drive, karena dia tertarik ketika melihat BMW M3 tersebut. Dalam iklan di atas, menunjukkan performa BMW M3 yang sangat memuaskan, dan kenyamanan ketika melaju dengan kecepatan tinggi lalu Stabilitas berkendara ketika menghadapi jalan yg berkelok kelok. Sensasi berkendara di mobil F1 semua terdapat di dalam BMW m3 terbaru. BMW M3 merupakan ikon Sportcar BMW yang paling di nanti para fansnya, Dengan di luncurkannya iklan ini mungkin sangat menggoda bagi para konsumen. Karena tanpa harus berbasa basi, cukup dengan melihat iklan tersebut kita dapat merasakan dan mengimajinasikan bagaimana dahsyat adrenaline ketika memacu sedan sport keluaran terbaru dari BMW ini.

Sumber: BMWTV.com

Analisis Video: BMW Commercial- Physics Lesson

Analisa video di atas sebagai berikut, Video ini menceritakan tentang keadaan suatu kelas fisika dimana seorang guru memberikan materi tentang kontradiksi antara Efficiency and Dynamic, Lalu seorang anak memberikan penjelasan tentang hal tersebut sedangkan teman-temannya memperhatikan apa ia yg  jelaskan. dalam video tersebut di perlihatkan seorang anak memakai topi berlambangkan mobil Audi dan meledek ledek temannya tersebut. lalu hasil dari penjelasan anak tentang Efficient Dynamics tersebut menghasilkan gambar mobil BMW masa depan yang ramah lingkungan, nyaman dan irit tetapi dapat menghasilkan tenaga yang besar. Si guru berkata bahwa itu tidak mungkin terjadi sekarang, lalu si anak tersebut menunjuk ke luar jendela untuk menunjukkan semua mobil di luar sudah mengusung teknologi tersebut. Video ini merupakan bentuk persaingan produk antara BMW dengan Audi, BMW yang mengkampanyekan teknologi terbarunya yang kini terdapat di setiap mobilnya yaitu Efficients Dynamic, persaingan dalam iklan ini dapat kita lihat ketika si anak melihat keluar jendela, Mobil yang parkir kebanyakan BMW kecuali 1 mobil, lalu beralih pandang ke mobil selain BMW dan berkata” Well, In almost every car”. dengan arti semua mobil BMW sudah mengadopsi teknologi tsb kecuali Audi.

Sumber: BMW.com

Analisis Video: Penguin Commercial,BMW 1995

Dalam marketing mix (bauran pemasaran) barang maupun jasa, iklan termasuk dalam kategori bauran promosi. Dalam bauran pro­mosi dikenal lima cara komunikasi yang utama, yaitu:

1.Advertising (Periklanan): semua bentuk penyajian nonpersonal, promosi, dan ide tentang barang atau jasa yang dibayar oleh suatu sponsor.

2.Sales Promotion (Promosi Penjualan): berbagai bentuk insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan konsumen untuk mencoba atau membeli suatu produk atau jasa.

3.Public Relations (Hubungan Masyarakat dan Publisitas): berbagai macam program untuk memelihara, menciptakan, dan me­ngembangkan citra perusahaan atau merek sebuah produk.

4.Personal Selling (Penjualan secara Pribadi): interaksi langsung dengan satu atau beberapa calon pembeli dengan melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesanan.

5.Direct Marketing (Pemasaran Langsung): penggunaan surat, telepon, faksimili, e-mail, dan alat komunikasi nonpersonallain­nya untuk melakukan komunikasi secara langsung agar men­dapat tanggapan langsung dari pelanggan dan calon pelang­gan.

Periklanan dipandang sebagai media yang paling lazim diguna­kan suatu perusahaan (khususnya produk konsumsi/consumer goods) untuk meng­arahkan komunikasi yang persuasif pada konsumen . Iklan dituju­kan untuk mempengaruhi perasaan, pengetahuan, makna, keper­cayaan, sikap, dan citra konsumen yang berkaitan dengan suatu produk atau merek.

Tujuan ini bermuara pada upaya mempenga­ruhi perilaku konsumen dalam membeli. Meskipun tidak secara langsung berdampak pada pembelian, iklan menjadi sarana untuk membantu pemasaran yang efektif dalam menjalin komunikasi antara perusahaan dan konsumen, dan sebagai upaya perusahaan dalam menghadapi pesaing. Kemampuan ini muncul karena ada­nya suatu produk yang dihasilkan suatu perusahaan. Bagaimana­pun bagusnya suatu produk, jika dirahasiakan dari konsumen maka tidak ada gunanya. Konsumen yang tidak mengetahui keberadaan suatu produk tidak akan menghargai produk tersebut. Analisa dari video di atas adalah Seekor penguin sedang berjalan di dataran yang penuh es dan salju lalu menuju suatu puncak yang tinggi, beberapa kali si Penguin gagal untuk mendaki puncak tersebut. setelah mencoba berkali kali tetap gagal lalu kesal dengan usahanya yg gagal terus, si Penguin menggunakan mobil BMW untuk mendaki puncak tersebut dan dengan mudahnya sampai kesana. BMW seri 7 yang kini di lengkapi dengan kontrol traksi memudahkan penggunanya dalam menghadapi berbagai macam medan yang sulit untuk di lalui.

Sumber: BMW.com

Analisis Video: BMW ‘Story of Joy’

“Advertising can be used to build up a long-term image for a product or trigger quick sales ”. Artinya, iklan dapat digunakan untuk membangun citra jangka panjang untuk suatu produk atau sebagai pemicu penjualan-penjualan cepat. Disadari atau tidak, iklan dapat berpengaruh tetapi juga dapat berlalu begitu cepat. Iklan sangat unik karena iklan dapat mencapai tujuan meskipun disampaikan dengan panjang lebar dan terkadang membingungkan. Karena kita membayar iklan maka kita dapat memilih media yang sesuai untuk pemasangan atau penayangan iklan, sehingga pesan di dalamnya dapat sampai pada kelompok sasaran yang dituju. Iklan BMW yang bertemakan “Story of Joy” menceritakan tentang konsep awal yang di pakai BMW dalam membuat mobil mereka sesuai dengan apa yang orang rasakan dan keinginan dari sebuah mobil, beberapa tagline yang ada dalam video tersebut diantaranya seperti Joy is Youthful, Joy is Inspiring, Joy is BMW. Maksud dari itu semua adalah semua produk BMW merupakan ekspresi kecerian ketika orang berada di dalam mobil mereka. BMW tidak hanya membuat sebuah mobil tetapi mereka membuat suatu keceriaan/kesenangan.

Sumber: kuliahkomunikasi.blogspot.com

Analisis Video: BMW Z4- Explore an Expression of Joy

Iklan adalah setiap bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk memotivasi seseorang pembeli potensial dan mempromosikan penjual suatu produk atau jasa, untuk mempengaruhi pendapat publik, memenangkan dukungan publik untuk berpikir atau bertindak sesuai dengan keinginan si pemasang iklan.
Sedangkan menurut Paul Copley, advertising is by and large seen as an art – the art of persuasion – and can be defined as any paid for communication designed to inform and/ or persuade. Dimana iklan adalah sebuah seni dari persuasi dan dapat didefinisikan sebagai desain komunikasi yang dibiayai untuk meninformasikan dan atau membujuk.
Dari beberapa pengertian diatas, pada dasarnya iklan merupakan sarana komunikasi yang digunakan komunikator dalam hal ini perusahaan atau produsen untuk menyampaikan informasi tentang barang atau jasa kepada publik, khususnya pelanggannya melalui suatu media massa. Selain itu, semua iklan dibuat dengan tujuan yang sama yaitu untuk memberi informasi dan membujuk para konsumen untuk mencoba atau mengikuti apa yang ada di iklan tersebut, dapat berupa aktivitas mengkonsumsi produk dan jasa yang ditawarkan. Contoh iklan terbaru mobil BMW dengan varian terbarunya Z4 Roadster. BMW telah meluncurkan kampanye pemasaran yang unik untuk BMW Z4 Roadster 2010yang melibatkan sebuah proyek seni yang besar, video, outdoor, cetak dan komponen mobile. Dijuluki ” Expression of Joy”. karya seni ini merupakan penciptaan seniman Robin Rhode dan pembuat film Jake Scott. Untuk iklannya, Scott memfilmkan Rhode sedang membuat lukisan menggunakan dua BMW Z4 roadsters dengan cat jet yang terpasang di belakang roda. Dengan 160 liter cat dan 45 kamera dan mereka mampu menangkap gerakan Z4 dari setiap sudut.

Analisis Video: BMW 5 Series(F10) Review

The W212 E Class arrived last year. So now it’s the turn of the F10 5-Series. (BMW ran out of E numbers with the current 3 Series.) The new A6 arrives in 2011.

The first UK F10s, that go on sale on 20th March, will all be SE spec, which includes the luxury of Dakota leather upholstery, BMW Professional Radio/CD, Bluetooth hands-free phone preparation, Dynamic Stability Control, front and rear pictogram Park Distance Control, Cruise Control and Climate Control air-conditioning.

They haven’t quite got the 520dSE under 130g/km, which would have been a near miracle. It comes in at 132g/km. But what they have done is managed to certify both the 204PS 525dSE and the 245PS 530dSE at 160g/km, which is absolutely crucial for company write down purposes.

This means that a company driver can be in a large saloon that does 0-60 in 6 seconds and goes on to a speed limited 155 without suffering the over 160g/km company write down penalty.

Prices start at £28,165 for the 184PS 520dSE, rising through £37,100 for the 535dSE to £50,520 for the 407PS, 0-60 in 4.8 seconds 550iSE 4.4 litre V8.

Lesser petrol engines are a 204PS ‘523i’, a 258PS ‘528i’ and a 306PS ‘530i’, that get to 60 in 7.3, 6.3 and 5.7 seconds and emit 177, 182 and 192g/km CO2.

Depending on model, you can spec your F10 5-Series up with an 8 speed standard or ‘Sport’ automatic transmission, integral active steering, surround view camera system, head-up speed display, night vision with pedestrian recognition, lane departure warning, lane change warning and speed limit info.

Further goodies include BMW’s ‘Professional’ multimedia package comprising hard disc navigation with a wonderful panoramic screen at £1,960. A ‘Dynamic’ package of 19” alloy wheels, sports seats, anthracite headlining, sport leather a steering wheel and high gloss exterior trim. And a ‘Visibility’ pack of adaptive headlights, high beam assist and headlight wash.

Steering is now fully electric, not electro hydraulic, and if you specify active steering you get rear wheels that steer the opposite direction to the fronts to get you neatly through tight turns in town, but which steer the same way as the fronts for added stability on fast corners.

Standard F10s come on 17” non-runflat tyres with an inflation kit in the boot that may be able to inflate a punctured tyre but won’t be much help with a shredded one. Optional 18” and 19” wheels come with the latest generation runflats.

The first car we drove, a specced up 530dSE with about £10,000 of extras worked really well. It combined gutsy performance from 550Nm torque with lovely feel-through steering, great handling and excellent ride quality from the new style runflats.  A company director may now be told his firm’s car has to be 160g/km or less, and that is no hardship at all with the 530dSE. He’ll get all the performance and handling he craves, while there won’t be any complaints from his passengers about the hard ride. He’ll also find he can sit three adults across the back seat in reasonable comfort, with plenty of headroom for six footers.

So, a very well liked car, and just as well as 90% of 5-Series sales are diesels and in its first full year BMW hopes to sell an ambitious 15,000 F10 5-Series.

Our second ride was in a loaded-to-the-gills 306PS 535i petrol turbo that came with a full £14,000 worth of extra kit, including active steering and adaptive damping. That gives the driver a lot more choice of how he wants the car to behave: Comfortably, normally, in a sporting manner or in ‘Sport +’, which switches off the DSC and allows lurid tail slides. The ‘Sport’ 8-speed automatic comes with paddleshifts enabling the driver to select and hold the gear he wants for a particular corner.

So more scope for fun and hearing the sonorous straight six transform into a hard-edged, almost solid-liftered howl at high revs. An awe-inspiring sound.  And the wider, lower profiled 19” tyres definitely grip longer on the bends. But the price to pay is a more fidgety ride at low speed, even in comfort mode. You still get great steering. That doesn’t lose its feel like some other wide tyred BMWs of the recent past. But the 535i is a car for a more hard core enthusiast, buying it for himself, whatever the wife says, or unconcerned of its effect on his company’s balance sheet and his Benefit in Kind tax bill.

The obvious F10 to go for is the 530d 8-speed auto on 18” wheels. It’s more sporting and more fun to drive than a W212 E-Class. And it rides better than a Jaguar XF on 19” wheels.

Now that’s a hard choice to make for similar money: an XF 3.0d 275 against a 530d 245. Unfortunately, like the E350CDI, the Jag comes in way over the 160g/km CO2 limit. So I suspect that quite a lot of those who might have gone for the Jag will be told by their financial directors they have to have a 530d instead.

Not as good for the image, perhaps. And not quite such an exciting drive. But with better ride quality, lovely steering, excellent handling, good looks and the halo of 160g/km CO2.

Sumber: Honestjohn.co.uk

  • Calendar

    • September 2018
      M T W T F S S
      « Jun    
       12
      3456789
      10111213141516
      17181920212223
      24252627282930
  • Search